InsyaAllah...

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?
Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....
Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.
Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..
Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"
Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu... Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga yang miskin. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan. Ada kalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan berlaukkan ikan masin dikongsi satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering saja merungut. Saya menangis mahukan nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu ceat memujuk. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata: “ Makanlah nak, ibu tak lapar.” -PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di tali air berhampiran rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat meberikan sedikit makanan untuk pembesaran kami adik-beradik. Pulang memancing, ibu memasak gulai ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu saya memakan gulai ikan itu, ibu duduk di samping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang daripada bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh, lalu dengan menggunakan sudu, saya memberikan ikan itu kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata: “ Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Di usia awal ramaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu pergi ke kedai dengan membawa sejumlah penyapu lidi dan kuih-muih untuk menyara persekolahan saya, abang dan kakak. Suatu dinihari, lebih kurang 1.30 pagi, saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu sedang mambuat kuih dengan bertemankan pelita di hadapannya. Beberapa kali saya lihat kepala ibu terhangguk kerana terlalu mengantuk. Saya berkata; “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kena pergi kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata; “Cepatlah tidur nak, ibu belum mengantuk lagi.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di hujung musim persekolahan, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk menduduki peperiksaan penting. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mula menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar dewan. Ibu sering kali saja tersenyum dan mulutnya terkumat-kamit berdoa kepada Ilahi agar saya lulus ujian peperiksaan ini dengan cemerlang.
Ketika loceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental.
Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu untuk ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata; “Minumlah nak, ibu tak haus!” -PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Setelah pemergian ayah kerana sakit, iaitu selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja mengambil upah di kebun, membuat penyapu lidi dan berjual kuih-muih agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah sangat kudrat seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin para, seorang pak cik yang baik hati dan tinggal berjiran dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya,ibu menolak bantuan itu. Jiran-jiran sering kali menasihati ibu agar menikah satu lagi agar ada seorang lelaki yang akan menjaga ibu dan mencarikan wang untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang memang keras hatinya tidak mengendahkan nasihat mereka. Ibu berkata: “Saya tidak perlukan cinta, saya tidak perlukan lelaki.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA-.
Setelah kakak dan abang habis belajar dan mula bekerja, ibu sudah pun tua. Kakak dan abang menyuruh ibu supaya berehat saja di rumah. Tidak payahlah lagi bersengkang mata dan bersusah payah untuk mencari duit. Tetapi ibu tidak mahu. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan wang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mahu menerima wang tersebut. Malahan ibu mengirim balik wang itu, dan ibu berkata; “Jangan susah-susah, ibu ada duit.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah tamat pengajian di universiti, saya melanjutkan lagi pelajaran ke peringkat sarjana di luar negara. Pengajian saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah syarikat besar. Sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan syarikat yang membiayai pengajian saya, juga di luar negara. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berhajat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya di luar negara. Pada pandangan saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, eloklah kalau hari tuanya ini ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mahu menyusahkan anaknya ini dengan berkata; “tak payahlah, ibu tak biasa tinggal di negara orang.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanser. Ibu mesti dibedah secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh di seberang samudera terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah dikatil hospital setelah menjalani pembedahan, ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku kerana terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat jelas betapa penyakit itu telah memamah tubuh ibu sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu, kemudian saya kucup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata: “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.” -PEMBOHONGAN IBU YANG KELAPAN.
Setelah mengucapkan pembohongannya yang kelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kali.Anda masih bertuah kerana masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelefonnya sekarang, dan berkata, ‘Ibu, saya sayangkan ibu.’ Tapi tidak saya... Sehingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat kerana biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ibu, maafkan saya... saya amat sayangkan ibu.....

Kehadapan bakal suamiku (harap-harap ada satu saja kamu).
Oh, Laling (boleh saya call kamu laling kan?)
Laling, saya tulis ini bukan sebab saya sangat nak kahwin laling, walaupun biological clock saya dah tik-tok-tik-tok –kisah dah dengan saya ni. Bukan juga untuk menyindir dan meletak syarat tinggi2 ala puteri Gunung Ledang laling, tapi nukilan ini hanya semata luahan hati saya.
Oh Laling (chewah geli pulak dah ni)
Laling, I hope time I jumpa you nanti, you dah bersedia nak settle down and kahwin. Wah laling, geli you vaca statement I kan? Tapi laling, I tak suke couple-couple. Couple dua tiga empat lima tahun pun, last2 putus jugak. I tau laling, ramai lelaki ni couple sekadar nak melepas kesunyian je. Maklum la kurang kasih sayang dari mak. Tapi tanggungjawab tak ada. Paling tak best kalau yang mau geli-geli aje. Eee tak suka la laling! Tambah dosa je tau kapel ni.
So kalau kita jumpa nanti laling, tapi saya jual mahal, laling jangan marah tau. Kalau saya tak boleh dating, you mesej saya dalam Facebook pun tak pe. Jangan mesej2 gersang sudahla! Saya report sama itu Mark Zuckerberg!
Oh laling,
Kalau nanti saya first time jumpa laling saya tanya dah Solat Subuh ke belum, laling jangan marah tau. Wajib tau laling saya ni tak tinggal solat. Saya tengok rakan-rakan saya selalu merungut pakwe die tak bangun pagi. Hantar mesej “good morning” pukul enam pagi haram tak balas. Ring-ring telefon die tiga empat minit pun tak angkat. Last-last pukul lapan baru mesej macam orang mamai “sorry sayang, I baru bangun…makan jom.” Ohh!! Tampar laju-laju! Okeh laling, nanti kalau dalam proses mengenal diri saya miscall-miscall pagi-pagi laling tak angkat…siap laling!
Pastu laling mesti tau Imam kan solat. Paling tidak surah-surah Juz Amma pun jadilah. Qunut pendek Qunut panjang dua-dua mesti tau. Ye la, bukan ke kahwin ni macam bina masjid. Mana ada masjid boleh fungsi kalau takde Imam? Laling kata macamlah saya tak pernah tinggal solat? Eh, of cozz la saya tinggal solat, saya kan perempuan. Kikikiki…
Oh laling,
Kalau awal-awal kahwin nanti saya masak tak sedap laling jangan marah ek. Biasa la, sebelum ni masak untuk mama and papa je. Dah diorg suka garam banyak tu, minyak banyak ni. Tup tap laling kata banyak sangat pulak. Laling, nanti laling tegur la baik-baik. Kata “masakan sayang sedap, lain kali kurang skit garam je.”. penat tau saya masak.
Jangan pulak asyik2 makan kat luar sebab saya masak tak sedap. Paling kurang pun bagila buku resepi sebuah dua untuk hari jadi. Takpun periuk nasi Faber atau Elektrolux. Ni tak, asyik-asyik lupa je tarikh hari jadi dan hari anniversary kita. Sedih tau kita. Time ni la saya tunggu laling balas segala jerit perih saya masak dan jaga anak laling….
Oh laling,
Tau nanti tak lama lagi bila kahwin laling mesti mau anak. Kalau boleh satu pasukan bolasepak laling nak kan? Ye la, nanti boleh la jemput Chelsea datang KL buat friendly match! Anyway laling, I on je (wah terkejut kau!).
Tapi syaratnye laling kenalah tolong-tolong kemas rumah dulu, handle lampin anak sama-sama, paling kurang tolong hidang apa yang saya masak. Penat laling? Saya pon penat gak. Laling pikir, kerja saya 8-5 hari-hari. Balik rumah terus masak makan malam, tukar lampin anak kemas rumah, cuci pinggan, basuh baju…lepas tu kena layan laling pulak. Heisss…kalau kurang layan laling nak jadikan tu alasan pasang dua pulak!
Senang-senang laling, kita upah bibik sorang. Takpe laling, I bayar separuh you bayar separuh. Yang penting kita bahagia…ke laling bahagia?
Oh Laling,
Kalau nanti you jalan-jalan dengan I (of cozz lepas kahwin ok), laling jangan la malu nak pegang tangan. Ni saya tengok, pasangan suami isteri, suami jalan depan, isteri jalan punyelah kat belakang dengan anak-anak, laling. Paling tak best couple-couple muda remaja lalu sebelah boleh pulak bermesra-mesraan. Tangan tu lekatttt je kat pinggang ok.
Laling, kenapa kita tak boleh macam tu? Malu ke laling? Saya tengok suami Arab boleh je pegang tangan bini dia. Bini kemain purdah lagi.(of coz I taktau camne rupa bini die. Kot rupe cam Salma Hayek tak tau la).
Dan laling,
Kalau laling tengok awek-awek cun depan mata jangan la laling sweet-sweet jelling-jeling pulak. Kalau laling type yang gatal depan-depan saya laling pi usik dia lagi. Amboi laling, laling suruh saya pakai tutup aurat segala jadi wanita muslimah, tup-tap bila laling keluar dgn saya laling pi tengok yang baju singkat macam Fasha Sendat. Apa laling kata? “dia pakai macam tu laling tengok la?” Laling, dia pakai macam tu dosa dia dengan Allah aje. Tapi bila laling tengok laling pon tumpang dose sekali. Laling nak? Laling kata laling tak boleh tahan diri dari tengok? OK laling, next time kita keluar saya pakaikan blindfold ya. Dapat jugak pahala saya menghalang zina mata. Hihihhiihhi
Laling,
kalau you betul, betul sedia, I tunggu you lama-lama pun takpe. Maklum la I tau payah nak simpan duit untuk masa depan. Papa I pun makan megi je dulu taw, sebab nak kumpul duit kahwin. Tapi laling, kena la ingat untuk berjimat cermat. Jangan laling merungut sebab kos kahwin tinggi, tup-tap-tup-tap, laling pergi beli iPhone 4. Haa~~ kalau kahwin nanti lagilah. Jangan sengkek kalau anak nak beli coklat Tora Datang Lagi Dengan Mainan Pistol Air tapi laling boleh pulak pergi beli LCD TV. Apa laling kata, itu keperluan kita bersama? Ah, laling sorang je yang akan tengok TV nanti. Mesti laling kongker tengok Chelsea main EPL kan….
Laling, kita tak payah hidup kaya raya pun takpe. Kalau gaji laling kecik, kita campur dua jadi besar. Tapi jangan mengada-ngada nak anak ramai pulak kalau gaji kecik. Tak termakan diorg nanti. Bukan apa, saya cuma ingat kat anak je. Saya dapat makan separuh pinggan takpe. Asal anak dapat makan sampai gemuk macam Giant. Kalau tak dapat fulfill syarat tu jangan harap nak kahwin dua laling!
Cuma ingat laling, cari rezeki halal. Kalau halal, dengan perancangan rapi insyaallah laling, kita senang.
Sekian sajalah laling. Hope to see you soon! ^_^
*tidak ada kene mengena dengan sesapa. Sekadar nukilan. Hohoho. kalau nak share, sila-silakan!

Kehadapan my future wife(s)
I menulis article ini bukan lah kerana di cabar oleh seorang member yang ingin melihat keromantikan I. Tapi.. err.. I ...menulis ini adalah kerana kehendak I. So, sila baca entri ni perlahan-lahan. Tak perlu laju-laju.
So, wahai my future wife(s)
I don't know who the hell are you and I have no idea where you are right now. But one day, bila kita dah berjumpa, I harap you mampu terima I seadanya seperti mana I akan terima you dan diri you sebenarnya. Lagi pun, I tahu yang you ni memang comel. Dan baik. Dan rajin. Dan alim. Dan cun.
I berharap bila I check facebook you nanti, you tidak letak banyak gambar you yang daring-daring kat facebook. Sebab, setahu I, kalau perempuan tu comel, mesti nak tunjukkan ke seluruh dunia. Macam lah dia sorang je yang comel. I comel tak ada pun letak gambar kat facebook tunjuk ke seluruh dunia. Boleh je hidup. Ehem.
Serta, gambar di facebook tu, jangan lah nak dedah sana dedah sini. Malu I. You pun tau kan, perempuan ni ibarat cokelat Ferrero Rocher. Bila berbalut dengan pembalut, even cokelat tu jatuh kelantai pun orang still nak. Tapi kalau dah tak berbalut, bila jatuh ke lantai, semua buat dono. Ada tu, kalau boleh, ada yang nak pijak lagi. You pun tak nak kena pijak kan?
Lagi pun, you tahu, tak ada lelaki di dunia ni yang nak kahwin dengan perempuan yang seksi meksi.
My future wife(s),
I tak tahu pasal masa depan I. I tak tahu berapa banyak duit yang I akan ada. So, dengan kata lain, I mungkin tak akan mampu kasi rumah 10 tingkat kat you. I juga mungkin tak mampu kasi you 10 emas intan berlian. Harap you tak kisah dengan diri I yang tak beharta ni. Tapi kalau setakat kasi you 20 hingga 30 anak tu, I okay je. Dalam tiga tahun, kita mungkin akan ada 2 anak. Tapi tu tak termasuk yang kembar tau.
Bila kita ada rumah nanti, I tak kisah kalau you nak bekerja. Tapi lagi bagus kalau you duduk je rumah jaga I. I bukan mintak di layan bagai raja. Tapi kalau I balik dari kerja tu, apa salahnya tanggalkan stokin I, urut bahu I, sediakan minum-minum I. Tapi kalau you tak nak buat, tak apa. I boleh tambah lagi 1 (cukup 2). Lagi pun, bila I tambah lagi 1, kurang la sikit beban you. See? I memang prihatin.
Hmm. You tau, I tak mengharapkan yang you adalah gadis lemah lembut dan ikut semua kata I. Kalau you boyish sikit pun apa salahnya. Aggressive itu menarik. Kalau boleh, lebihkan kat bahagian mengada-ngada dan keras kepala you tu. I suka. Senang la I nak ajak bergaduh kalau macam tu. Sebab kalau di ikutkan, I tak suka perempuan yang lemah lembut sangat. Nanti tak meriah rumah tangga. So kalau skali skala bergaduh, best juga kan? Lagi pun, kita gaduh siang-siang je, bila dah nampak katil di malam Jumaat, kita berbaik lah. Tambahan pula, bagi kita, setiap malam kan malam Jumaat.
My future wife (s),
You, I harap you reti memasak. You mesti reti memasak. Apa? Tak salah kalau perempuan tak reti masak? Ya. Memang tak salah. I tak kata pun salah. Tapi jangan salahkan I kalau I tambah lagi 1 isteri (cukup 3) sebab yang satu dan dua tak reti masak nak buat macam mana kan? Okay tak-tak. I tak nak bini 2,3,4. Banyak sangat. bukan tak mampu. Tapi... Ehem.
Actually, I bukan mintak you masak macam makan kat hotel. Asalkan you reti masak yang simple-simple sudah lah. You tau, air tangan masakan isteri lah yang buat si suami setia. Lagi pun, tak akan setiap hari kita nak makan kat restoran kan? Kalau setiap hari makan kat restoran, baik I kahwin je dengan mak cik tukang masak tu. Ye tak? You pun tak nak kan I tambah lagi satu (cukup 4) kan?
I harap you reti jaga diri sebelum jumpa I. Kalau boleh, jangan couple banyak-banyak. Tak pernah couple lagi bagus. Tapi kalau dah couple tu, jangan buat yang bukan-bukan dengan boyfriend you. Bila dating tu, jangan nak mengada-ngada keluar berdua. Boyfriend you tu bukan boleh percaya sangat. Kebanyakkanya adalah buaya. Sebab kalau dah lelaki, mesti bermulut manis. Boys, their mouth is bull****. So, don't trust them.
Akhir kata dari I, bila kita kahwin nanti, you masak, I makan. I imam, you makmum. I baca doa, you aminkan. You merajuk, I pujuk. Perfect, kan? So cepat lah cari I. I takut lah nak cari 'you'. Takut tersalah pilih perempuan lain. You pun mesti tak nak jadi isteri ke dua I kan.
( HAK CIPTA TERPELIHARA OLEH : http://theotherkhairul.blogspot.com/2010/10/surat-cinta-untuk-my-future-wifes.html )
